Guesthouse adalah sejenis penginapan. Di beberapa
belahan dunia Guesthouse ini mirip dengan hostel dengan fasilitas
sarapan, atau sebagai tempat penginapan sementara seperti misalnya
Karibia. Guesthouse adalah jenis penginapan dengan rate murah.
Pengertian lainnya, Guesthouse adalah rumah pribadi yang telah
dikonversi untuk penggunaan eksklusif akomodasi tamu. Pemiliknya
biasanya hidup di daerah yang sama sekali terpisah tidak seperti home
stay, dan Guesthouse dapat berfungsi sebagai bentuk usaha penginapan. Di
beberapa daerah di dunia, Guesthouse juga biasanya sebagai akomodasi
yang tersedia bagi pengunjung yang tidak memiliki kerabat lokal untuk
tinggal bersama.
Di antara fitur yang membedakan Guesthouse dari Hotel (guest house pada
umumnya) adalah kurangnya staf penuh-waktu. Guest house cenderung
dikelola oleh pemilik, meskipun di beberapa negara seperti Afrika
Selatan, Guesthouse bisa menjadi seperti hotel berbintang yang mewah.
Biasanya sarapan disediakan oleh keluarga yang tinggal di tempat. Hotel
mempertahankan kehadiran staf 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,
sedangkan Guesthouse memiliki kehadiran staf lebih terbatas. Karena
kehadiran staf terbatas, check in di sebuah Guesthouse harus dengan janji dulu sebelumnya.
Di Jepang, penyewa di sebuah Guesthouse harus membayar deposit kerusakan
yang nominalnya cukup besar, dan harus membayar biaya pembersihan
ketika tamu pergi.
Tampilkan postingan dengan label Akomodasi Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akomodasi Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Mei 2018
Motel
Motel berasal dari kata singkatan bahasa Inggris, motorists' hotel adalah semacam hotel
yang dikelola untuk melayani pelanggan transit. Maknanya kira-kira,
"tempat penampungan buat pendatang" atau bisa juga "bangunan penyedia
pondokan dan makanan untuk umum". Dalam konsep motel, tamu yang menginap
adalah pejalan dengan kendaraan pribadi yang perlu bermalam. Motel
selalu menyediakan tempat parkir/garasi dan hampir selalu terletak di pinggir kota, atau bahkan di luar kota.
Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir Perang Dunia II. Motel berkembang pertama kali di Inggris dan Amerika. Fungsinya terutama adalah menyediakan penginapan dan jasa-jasa lain bagi orang yang sedang dalam perjalanan. Pada awalnya, motel merupakan layanan dengan sisi sosial. Seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan motel tak banyak berubah.
Kejayaan motel di Amerika Serikat menurun sejak 1980-an. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, memudar pula era motel, terutama yang letaknya agak di pinggir kota dan fasilitasnya kalah bagus dengan hotel di pusat kota.
Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir Perang Dunia II. Motel berkembang pertama kali di Inggris dan Amerika. Fungsinya terutama adalah menyediakan penginapan dan jasa-jasa lain bagi orang yang sedang dalam perjalanan. Pada awalnya, motel merupakan layanan dengan sisi sosial. Seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan motel tak banyak berubah.
Kejayaan motel di Amerika Serikat menurun sejak 1980-an. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, memudar pula era motel, terutama yang letaknya agak di pinggir kota dan fasilitasnya kalah bagus dengan hotel di pusat kota.
Hotel
Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa Perancis
kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17.
Maknanya kira-kira, "tempat penampungan buat pendatang" atau bisa juga
"bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum". Jadi, pada mulanya
hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat.
Tak aneh kalau di Inggris dan Amerika, yang namanya pegawai hotel dulunya mirip pegawai negeri alias abdi masyarakat. Tapi, seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan hotel tak banyak berubah.
Sampai pada tahun 1793, saat City Hotel dibangun di cikal bakal wilayah kota New York. City Hotel itulah pelopor pembangunan penginapan gaya baru yang lebih fashionable. Sebab, dasar pembangunannya tak hanya mementingkan letak yang strategis. Tapi juga pemikiran bahwa hotel juga tempat istirahat yang mumpuni. Jadi, tak ada salahnya didirikan di pinggir kota.
Setelah itu, muncul hotel-hotel legendaris seperti Tremont House (Boston, 1829) yang selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu tempat paling top di Amerika Serikat (AS). Tremont bersaing ketat dengan Astor House, yang dibangun di New York, 1836. Saat itu, hotel modern identik dengan perkembangan lalu lintas dan tempat beristirahat. Saat pembangunan jaringan kereta api sedang gencar-gencarnya, hampir di tiap perhentian (stasiun) ada hotel.
Maksudnya jelas, untuk mengakomodasi orang-orang yang baru saja bepergian dengan kereta api. Karena masa itu naik kereta api sangat melelahkan, hotel-hotel pun "dipersenjatai" berbagai hiburan pelepas penat. Hotel jenis ini, diembeli-embeli dengan kata "transit", karena memang ditujukan buat para musafir.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan makin luasnya jangkauan angkutan darat (terlebih setelah ditemukannya kendaraan bermotor), kawasan sekitar rel kereta api tak lagi menarik minat para investor. Orang kemudian lebih suka jalan-jalan pakai mobil ketimbang kereta. Kepopuleran hotel transit pun tersaingi oleh kehadiran "motel", gabungan kata "motor hotel" yang sama dengan tempat istirahat para pengendara kendaraan bermotor.
Kejayaan motel tak berlangsung lama. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, berakhir pula era motel. Terutama karena letaknya yang agak di pinggir kota dan fasilitasnya yang kalah bagus dengan hotel di pusat kota. Kalaupun terpaksa bermalam di kawasan pinggiran, motel harus bersaing dengan hotel resort, yang banyak tumbuh di tempat-tempat peristirahatan.
Selain hotel, resort, anak-anak kandung hotel yang lahir di era 1990-an tak kalah hebatnya. Sebut saja berbagai extended-stay hotel, khusus buat tamu yang membutuhkan tempat menginap minimal lima malam. Sedangkan pelaku bisnis yang harus bernegosiasi di kampung atau negeri orang, bisa mencari hotel apartment. Di Amerika, dua jenis hotel ini berkembang sangat pesat.
Di Indonesia, kata hotel selalu dikonotasikan sebagai bangunan penginapan yang cukup mahal. Umumnya di Indonesia dikenal hotel berbintang, hotel melati yang tarifnya cukup terjangkau namun hanya menyediakan tempat menginap dan sarapan pagi, serta guest house baik yang dikelola sebagai usaha swasta (seperti halnya hotel melati) ataupun mess yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ada kaitannya dengan kegiatan atau urusan perusahaan.
Tak aneh kalau di Inggris dan Amerika, yang namanya pegawai hotel dulunya mirip pegawai negeri alias abdi masyarakat. Tapi, seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan hotel tak banyak berubah.
Sampai pada tahun 1793, saat City Hotel dibangun di cikal bakal wilayah kota New York. City Hotel itulah pelopor pembangunan penginapan gaya baru yang lebih fashionable. Sebab, dasar pembangunannya tak hanya mementingkan letak yang strategis. Tapi juga pemikiran bahwa hotel juga tempat istirahat yang mumpuni. Jadi, tak ada salahnya didirikan di pinggir kota.
Setelah itu, muncul hotel-hotel legendaris seperti Tremont House (Boston, 1829) yang selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu tempat paling top di Amerika Serikat (AS). Tremont bersaing ketat dengan Astor House, yang dibangun di New York, 1836. Saat itu, hotel modern identik dengan perkembangan lalu lintas dan tempat beristirahat. Saat pembangunan jaringan kereta api sedang gencar-gencarnya, hampir di tiap perhentian (stasiun) ada hotel.
Maksudnya jelas, untuk mengakomodasi orang-orang yang baru saja bepergian dengan kereta api. Karena masa itu naik kereta api sangat melelahkan, hotel-hotel pun "dipersenjatai" berbagai hiburan pelepas penat. Hotel jenis ini, diembeli-embeli dengan kata "transit", karena memang ditujukan buat para musafir.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan makin luasnya jangkauan angkutan darat (terlebih setelah ditemukannya kendaraan bermotor), kawasan sekitar rel kereta api tak lagi menarik minat para investor. Orang kemudian lebih suka jalan-jalan pakai mobil ketimbang kereta. Kepopuleran hotel transit pun tersaingi oleh kehadiran "motel", gabungan kata "motor hotel" yang sama dengan tempat istirahat para pengendara kendaraan bermotor.
Kejayaan motel tak berlangsung lama. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, berakhir pula era motel. Terutama karena letaknya yang agak di pinggir kota dan fasilitasnya yang kalah bagus dengan hotel di pusat kota. Kalaupun terpaksa bermalam di kawasan pinggiran, motel harus bersaing dengan hotel resort, yang banyak tumbuh di tempat-tempat peristirahatan.
Selain hotel, resort, anak-anak kandung hotel yang lahir di era 1990-an tak kalah hebatnya. Sebut saja berbagai extended-stay hotel, khusus buat tamu yang membutuhkan tempat menginap minimal lima malam. Sedangkan pelaku bisnis yang harus bernegosiasi di kampung atau negeri orang, bisa mencari hotel apartment. Di Amerika, dua jenis hotel ini berkembang sangat pesat.
Di Indonesia, kata hotel selalu dikonotasikan sebagai bangunan penginapan yang cukup mahal. Umumnya di Indonesia dikenal hotel berbintang, hotel melati yang tarifnya cukup terjangkau namun hanya menyediakan tempat menginap dan sarapan pagi, serta guest house baik yang dikelola sebagai usaha swasta (seperti halnya hotel melati) ataupun mess yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ada kaitannya dengan kegiatan atau urusan perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)
